
Axolotl (Ambystoma mexicanum) atau Salamander Meksiko memiliki sifat
langka, yaitu mempertahankan fitur larva nya di sepanjang kehidupan
dewasa nya.
Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru,
Kondisi ini, disebut Neoteny, berarti mereka tidak ber-metamorfosis dan
tetap memiliki sirip seperti kecebong, yang terletak hampir di
sepanjang tubuhnya, serta tetap memiliki insang eksternal berbulu, yang
menonjol dari bagian belakang kepalanya yang lebar.
Ditemukan secara eksklusif di Danau Xochimilco dekat Mexico City,
axolotl hidup secara permanen di dalam air, berbeda dengan salamander
lainnya. Dalam kasus yang sangat-sangat jarang, axolotl akan berkembang
hingga dewasa dan muncul dari air, tetapi pada umumnya, mereka tetap
tinggal di bagian bawah danau Xochimilco dan kanal-kanal.
Merupakan kerabat dekat dari salamander harimau, axolotl dapat cukup
besar, hingga mencapai 30 cm panjangnya, meskipun ukuran rata-rata
mereka adalah sekitar 16 cm. Mereka biasanya berwarna hitam atau
belang-belang coklat, namun varietas albino dan putih agak umum,
khususnya di kalangan spesimen penangkaran. Axolotl sering digunakan
dalam penelitian ilmiah karena mereka mampu meregenerasi anggota
tubuhnya.

Axolotl berumur panjang, hidup sampai 15 tahun dengan diet moluska,
cacing, larva serangga, krustasea, dan beberapa ikan. Terbiasa menjadi
predator puncak di habitatnya, spesies ini mulai terdesak oleh
pengenalan ikan-ikan besar dari luar Meksiko ke habitatnya, seperti
tilapia Afrika dan karper Asia, juga memakan axolotl muda selain sumber
makanan utamanya. Ancaman alami axolotl adalah burung predator seperti
burung bangau.
Populasi axolotl saat ini sangat menurun karena perkembangan
pembangunan di sekitar Meksiko City yang menyebabkan pengeringan dan
kontaminasi di perairan Danau Xochimilco. Mereka juga populer dalam
perdagangan hewan peliharaan akuarium, dan axolotl panggang dianggap
lezat di Meksiko, membuatnya semakin menyusut. Mereka dianggap sebagai
spesies yang terancam punah.

Mari kita setuju pada satu hal: pohon adalah alasan mengapa Anda dan
saya masih hidup. Ini satu-satunya alasan mengapa manusia berada pada
titik di mana ia sekarang. Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Artikel ini untuk menghormati beberapa pohon yang telah berhasil bertahan hidup dan berkembang selama ribuan tahun.
Old Tjikko – Pohon Tertua di Dunia (9.550 Tahun)
Pohon klonal individu tertua di dunia ini diyakini berusia 9.550 tahun
(tanggal-karbon)! Norway Spruce (cemara norway) ini terletak di Gunung
Fulufjället provinsi Dalarna di Swedia dan ditemukan oleh seorang
profesor Geografi Fisik, Leif Kullman. Pohon diberi nama “Old Tjikko”
yang diambil dari nama anjingnya.

Old Tjikko, Pohon tertua di dunia diyakini berusia 9.550 tahun!
Pada pandangan pertama, pohon setinggi 5 meter (16 kaki) ini mungkin
tidak membuat Anda mengiranya sebagai organisme hidup tertua, tapi
jangan biarkan ukuran membodohi Anda! Selama ribuan tahun pohon ini
telah berhasil beradaptasi dengan setiap perubahan iklim yang terjadi di
daerah di mana ia berada.
Diyakini bahwa alasan mengapa pohon ini telah bertahan begitu lama
adalah karena dua proses: kloning vegetatif dan layering. Selama proses
kloning vegetatif, batang pohon bisa mati setiap beberapa ratus tahun (~
600 dalam kasus ini), tetapi sistem akar bisa hidup selama ribuan
tahun. Layering terjadi ketika salah satu cabang menyentuh tanah dan
akhirnya “berubah menjadi akar”.
Para ilmuwan juga telah menemukan beberapa pohon lain di sekitar
pohon ini berada, semua berusia kurang lebih 8.000 tahun, benar-benar
menakjubkan!
Old Tjikko terletak di Gunung Fulufjället provinsi Dalarna di Swedia
Methuselah – Pohon Non-klonal Tertua di Dunia (4.845 Tahun)
Metusalah adalah jenis pohon pinus yang tumbuh tinggi di Pegunungan
Putih (White Mountains) dari Inyo County, California timur. Pohon ini
diberi nama sesuai dengan nama salah satu karakter yang hidup paling
lama dalam Alkitab, yang hidup sampai usia hampir 1.000 tahun.

Metheuselah adalah pohon non-klonal tertua di dunia dengan usia 4845 tahun.
Berbeda dengan Tjikko yang telah bertahan dengan “kloning” sendiri,
Metusalah diyakini sebagai pohon non-klonal/organisme tertua. Telah
diuji dendrochronologically (menghitung lingkaran pohon) dan pada tahun
2012 pohon ini berusia 4.845 tahun!
Methuselah terletak di White Mountains dari Inyo County, California timur
Hyperion – Pohon Tertinggi di Dunia (115,6 meters/379 ’4 “)
Hyperion ditemukan pada tanggal 25 Agustus tahun 2006 oleh naturalis
Chris Atkins dan Michael Taylor di daerah yang sangat terpencil di
Redwood National and State Parks (California, USA) dan diyakini berusia
sekitar 700-800 tahun. Penjelajah mengatakan bahwa pohon bisa saja
mungkin lebih tinggi dari 380, tetapi karena kerusakan yang dilakukan
burung pelatuk di bagian paling atas, akhirnya tinggi pohon ini saat
diukur adalah 379 ’4 “.

Hyperion pohon dibandingkan dengan Patung Liberty dan Big Ben
Meskipun beberapa pohon lainnya telah tercatat lebih tinggi dari
raksasa ini, sebagian besar dari mereka telah tumbang karena deforestasi
berat di tahun 60-an di wilayah Redwood. Bahkan lebih dari 90% dari
hutan alam negara telah habis ditebang hingga tahun 1978, ketika daerah
itu dibeli dan dijadikan Taman Nasional. Orang-orang berspekulasi bahwa
ribuan pohon – beberapa bahkan lebih besar dan lebih tinggi daripada
Hyperion – ditebang oleh penebangan yang tak pernah berhenti selama 24
jam sehari dan 7 hari seminggu yang dilakukan dari tahun 60 hingga 70.
Seperti dengan semua pohon-pohon langka, lokasi tepatnya pohon ini
dirahasiakan dan hanya 3 kelompok orang yang pernah dapat menemukan dan
mendokumentasikannya.
Sayangnya sebagian besar foto pohon dibawah ini terlihat seperti
diambil dengan kamera ponsel, sehingga terlihat seperti dibawah ini.
Tetapi untuk memberikan gambaran betapa tinggi pohon ini foto ini
benar-benar menunjukkannya. Inilah pemegang “pohon tertinggi dunia”
sebelum Hyperion ditemukan, yang diberi nama – Stratosphere Giant – yang
10 kaki lebih pendek dari Hyperion. Perhatikan 3 pendaki dengan warna
biru.

Memanjat Stratosphere Giant (370 meter)
Foto Stratosphere Giant diatas diambil oleh James Balog. Karena
ukurannya yang besar tersebut, James harus mengambil banyak foto dan
menjahit mereka bersama-sama. Selengkapnya baca disini
General Sherman – Pohon Terbesar di Dunia dalam Volume
Meskipun ada banyak pohon lain yang lebih tinggi dan lebih luas di
pangkal mereka, mereka bukan tandingan pohon Jenderal Sherman yang
terkenal ini. Pohon ini mengungguli apa pun yang hidup di planet ini
dengan volumenya (termasuk cabang) dan dianggap sebagai organisme hidup
terbesar di planet ini.

Perkiraan usia pohon ini adalah sekitar 2,300-2,700 tahun. Pohon ini
telah bertahan dari beberapa kebakaran, perubahan iklim dan – untungnya –
manusia modern.
Dengan berat diperkirakan sekitar 1.385 ton, tinggi 274,9 ft (83,8 m)
dan diameter dasar 36,5 ft (11,1 m), ini adalah makhluk hidup yang
paling cepat berkembang di planet ini!
Pada tahun 1879 pohon ini dinamai dengan nama seorang jenderal Perang
Saudara Amerika, William Tecumseh Sherman, oleh naturalis James
Wolverton, yang saat itu menjabat sebagai letnan di Indiana Kavaleri 9
di bawah Sherman.Baca Juga: Sequoia Raksasa (Sequoiadendron giganteum)
General Sherman terletak di Hutan Raksasa Taman Nasional Sequoia di Tulare County, California
Pohon Arbol del Tule – Batang Pohon Terlebar di Dunia
El arbol del Tule (Pohon Tule) adalah pohon cypress terletak di pusat
kota Santa María del Tule di negara bagian Meksiko, Oaxaca. Kota ini
sebenarnya diberi nama dengan nama pohon ini!

Pada usia sekitar 1.400 tahun (beberapa sumber mengatakan lebih dari
2.000), pohon ini diyakini memiliki batang pohon terluas di dunia,
dengan diameter 11,62 m (38,1 ft). Ada spekulasi mengenai apakah
batangnya itu terdiri dari beberapa pohon, namun setelah pemeriksaan
DNA, ditetapkan bahwa ini memang satu pohon.

Sayangnya di awal 90-an, pohon ini secara perlahan sekarat akibat
polusi berat (8.000 lebih mobil lewat di jalan raya di dekatnya) dan
kekurangan air. Dapatkah pohon ini diselamatkan? Mengingat bahwa pohon
ini telah berhasil untuk tetap hidup selama 1.400 tahun, jawaban adalah
ya. Apakah akan diselamatkan? Jawabannya saya serahkan kepada Anda.
Lokasi yang tepat dari Arbol del Tule Tree: pusat kota Oaxaca, Meksiko
Marilah kita menjadi lebih sadar akan karunia ini!
Sampai hari ini, pohon merupakan salah satu organisme hidup yang paling
diremehkan di planet ini. Di mata seorang manusia, baik dia
berpendidikan ataupun bodoh, pohon hanya gulungan kertas toilet – obyek
sehari-hari – bukan barang mewah dan bisa diambil setiap saat.
Orang-orang yang melindungi dan merawat mereka dengan sinis dijuluki
“para pencinta pohon” dan dilecehkan oleh masarakat. Organisme hidup
yang megah ini telah dan sedang dihancurkan setiap hari. Kenyataannya
sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan. Bersama-sama, kita bisa mengubah
ini.

Anggrek hitam adalah salah satu spesies anggrek yang dilindungi di
Indonesia karena terancam kepunahan di habitat aslinya. Anggrek hitam
yang dalam bahasa latin disebut Coelogyne pandurata merupakan flora
identitas (maskot) propinsi Kalimantan Timur.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com,
Populasi anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di habitat asli (liar)
semakin langka dan mengalami penurunan yang cukup drastis karena
menyusutnya luas hutan dan perburuan untuk dijual kepada para kolektor
anggrek. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata), sebagaimana namanya,
mempunyai ciri khas pada bunganya yang memiliki lidah (labellum)
berwarna hitam. Anggrek langka ini dalam bahasa Inggris disebut sebagai
“Black Orchid”. Sedangkan di Kalimantan Timur, Anggrek Hitam yang langka
ini mempunyai nama lokal “Kersik Luai”. Meskipun Anggrek hitam identik
dengan Kalimantan tetapi jenis anggrek ini selain di hutan liar
Kalimantan juga tumbuh liar di Sumatera, Semenanjung Malaya dan
Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.

Ciri-ciri Anggrek Hitam. Jenis anggrek ini dinamakan Anggrek hitam
lantaran memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit
garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Jumlah bunga dalam tiap tandan
antara 1 hingga 14 kuntum atau lebih. Garis tengah tiap bunga sekitar 10
cm. Daun Kelopak berbentuk lanset, melancip, berwama hijau muda,
panjang 5 – 6 cm, lebar 2 –3 cm. Daun mahkota berbentuk lanset melancip
berwarna hijau muda bibir menyerupai biola, tengah-tengahnya terdapat 1
alur, pinggirnya mengeriting, berwama hitam kelam atau coklat tua. Daun
Anggrek hitam berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang berkisar
antara 40 – 50 cm dan lebar antara 2 –10 cm. Sedangkan buah Anggrek
hitam berbentuk jorong dengan panjang sekitar 7 cm dan lebar antara 2 – 3
cm. Dari keseluruhan bunga tidak banyak yang menjadi buah.
Ciri khas anggrek hitam lainnya yang membedakan dengan jenis anggrek
lainnya adalah mengeluarkan bau semerbak. Biasanya tanaman itu mekar
pada Maret sampai Juni. Anggrek hitam sebagaimana anggrek pada umumnya,
tumbuh menumpang pada tumbuhan lain (epifit). Biasanya anggrek langka
ini menempel pada pohon tua yang hidup di daerah pantai atau rawa.

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) tumbuh di tempat teduh. Umumnya
jenis anggrek yang menjadi fauna identitas Kalimantan Timur ini tumbuh
di dataran rendah pada pohon-pohon tua, di dekat pantai atau di daerah
rawa dataran rendah yang cukup panas dan dekat sungai-sungai di hutan
basah. Tanaman yang epifit (hidup menumpang di tumbuhan lain) ini
berkembang biak dengan dengan biji. Namun Anggrek hitam juga dapat
dikembangbiakkan dengan cara memisahkan umbi semunya. Anggrek Hitam Liar
yang Makin Kelam. Populasi anggrek hitam (Coelogyne Pandurata) di
habitatnya yang liar semakin hari semakin langka. Meskipun menurut PP
Nomor 7 Tahun 1999 anggrek ini dilindungi dan dilarang diperdagangkan
bebas (kecuali hasil penangkaran), namun perburuan yang dilakukan untuk
mengambil dan menjual jenis anggrek ini ke kolektor anggrek tidak
kunjung mereda. Selain itu, mulai beralihnya fungsi hutan untuk
perkebunan dan pemukiman serta terjadinya kebakaran hutan yang terjadi
tiap tahun semakin membuat populasi Anggrek hitam di alam liar semakin
terancam kepunahan.
Mungkin para pecinta dan kolektor anggrek sebelum membeli Anggrek
hitam musti teliti, apakah anggrek hitam yang dibeli itu hasil
penangkaran atau hasil perburuan dari alam liar. Meskipun banyak pecinta
anggrek yang mengoleksi Anggrek hitam, tetapi kepunahan spesies ini di
alam bebas tetap merupakan kerugian yang besar bagi biodeversity
Indonesia. Jangan sampai para pecinta anggrek justru menjadi penyebab
utama kepunahan Anggrek hitam di alam liar.
